Pasukan 28 Oktober Part II : Capek tapi senang? Atau senang tapi capek?

Tiba saatnya latihan intensif. Di hari pertama, kami melakukan review mengenai PBB. Selain itu, kami juga memberikan pengetahuan tentang kedisiplinan. Dan yang terpenting untuk mengawali latihan intensif satu setengah bulan ini, kami melatih kebersamaan mereka dengan saling berkenalan. Mereka diwajibkan untuk mengetahui seluruh nama Pasdulok angkatan mereka.  

Pada 28 Oktober tahun ini kami akan membagi mereka dalam tiga pasukan, yaitu pasukan 17, pasukan 8, dan pasukan 45. Setiap pasukan memiliki tugasnya masing-masing. Pasukan 17 yang berada di barisan terdepan bertugas untuk mengiring Bendera Merah Putih, Pasukan 8 yang berada di tengah bertugas untuk membawa Bendera Merah Putih, dan yang berada di paling belakang yaitu pasukan 45 bertugas untuk mengawal Bendera Merah Putih. Selain itu adapula dari mereka yang menjadi komandan yang bertugas memimpin dan mengambil alih pasukan. Tiap pasukan memiliki komandan masing-masing (komandan kelompok) dan seluruhnya berada di bawah komando dari komandan pasukan.

Selama pelatihan intensif berlangsung, kami menilai dan memperhatikan perkembangan Pasdulok dari hari ke hari. Tidak lupa setiap selesai latihan selalu diadakan sesi sharing dan evaluasi.

Salah satu hal yang menarik dalam Pasdulok adalah dipilihnya koordinator Pasdulok yang terdiri dari seorang siswa dan seorang siswi. Koordinator tersebut biasa dipanggil Pak Lurah dan Bu Lurah. Dipilihnya Pak Lurah dan Bu Lurah ditujukan untuk mengkoordinasi segala hal mengenai Pasdulok, seperti jadwal latihan, dan lain-lain. Selain itu juga mereka bertanggung jawab terhadap seluruh Pasukan 28 Oktober.

Seiring latihan intensif berlangsung, kami juga mengumumkan calon pembawa baki, calon komandan, dan calon pengibar. Para calon tersebut diberikan pelatihan yang khusus oleh kami.

 Bagi kalian yang berpikir menjadi Pasdulok selalu latihan dan latihan, tentu saja tidak. Kami selalu menyelingi dengan permainan-permainan seru. Permainan yang dilakukan juga bukan permainan biasa, tetapi permainan yang mengutamakan kebersamaan dan tentu saja dapat meningkatkan rasa solidaritas mereka. Adapula makan komando yang juga menjadi suatu ajang kebersamaan bagi para Pasdulok.

Selama latihan intensif berlangsung kami mewajibkan mereka menggunakan Name Tag. Name tag  tersebut dibuat berdasarkan pasukan mereka masing-masing. Dalam satu pasukan memiliki desain yang sama, mulai dari warna dan bentuk. Name Tag  tersebut juga harus memiliki filosofi. Filosofi tersebut biasanya mengandung identitas atau ciri dan harapan mereka.

Menjelang hari H, latihan semakin diintensifkan, yang biasanya hanya 3-4 hari seminggu menjadi setiap hari. Walaupun capek tetapi semangat dan antusiasme mereka tidak pernah padam. Di penghujung kebersamaan mereka selama 1,5 bulan ini kami juga memberikan suatu games dan juga angket yang bertujuan untuk menutup rangkaian latihan ini dengan manis.

Sebagai kegiatan terakhir, kami memberikan tugas bagi mereka untuk membuat yel-yel. Yel-yel tersebut akan ditampilkan saat gladi bersih. Saat gladi bersih, mereka menampilkannya dengan penuh semangat. Kami semua terhibur dan semangat pun semakin membara!

pasdulok_170129_0067

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s